IBX5980432E7F390 All Posts - Batik Itu Indonesia
Tentang Batik di Indonesia

Tentang Batik di Indonesia

Ulas Batik Indonesia | Hampir sebagian besar di Indonesia, masing masing daerah mempunyai apa yang disebut dengan "Batik". Ada yang sejarah daerahnya memang sudah terdapat kerajinan batik, lalu ada juga yang kemudian mendorong daerahnya membuat kerajinan batik dengan mengangkat tema kearifan lokal guna meningkatkan perekonomian daerah.
Kata Batik, berarti merujuk pada seni menulis atau menggambar di atas sehelai kain. Batik berbeda dengan apa yang disebut dengan Kain Kebaya, tetapi pasangan yang paling serasi dan tepat dengan Kebaya adalah kain Batik.

Batik, secara produksi atau yang dihasilkan ada 2 jenis yaitu :
  1. Masih berupa kain atau dalam bahasa jawa disebut "Jarik" dan ada juga yang disebut dengan "Selendang"
  2. Sudah dibentuk atau dijahit menjadi pakaian seperti Baju atau gaun dll.
Untuk batik yang masih berupa kain atau jarik, penggunaannya biasanya adalah sebagai bawahan dengan atasan seperti kebaya. 
Selendang, pada masyarakat jawa umumnya selendang digunakan sebagai pengikat sesuatu, seperti ketika para wanita sedang menggendong anaknya, seringkali menggunakan selendang.
Kemudian, apabila para pembaca pernah melihat Penjual Jamu yang masih digendong, nah mereka ini menggunakan namanya Selendang.

Sedangkan batik yang sudah dibentuk atau dijahit menjadi baju atau pakaian banyak variasinya. Misalnya baju batik pasangan (couple) atau keluarga, biasa disebut dengan Sarimbit, dimana batik sarimbit mempunyai motif yang sama.

Batik adalah sebuah Proses.
Batik berbeda dengan apa yang disebut "Kain Tenun", Kain Tenun meski terkadang memiliki motif yang mirip dengan kain batik namun berbeda.
Perbedaan antara Batik (Batik) dengan kain tenun adalah pada prosesnya, dimana kain tenun tidak melalui proses yang disebut "menggambar" atau memberi "cap". Motif yang tercipta pada kain tenun adalah melalui proses penenunan itu sendiri.

Batik yang paling banyak dikenal adalah Batik Jawa seperti:
- Batik Solo (Jawa Tengah)
- Batik Yogyakarta (Yogyakarta)
- Batik Pekalongan (Jawa Tengah)
- Batik Cirebon (Jawa Barat)

Batik lain yang berasal dari pulau Jawa yaitu:
- Batik Semarang (Jawa Tengah)
- Batik Tasik / Tasikmalaya  (Jawa Barat)
- Batik Garut (Jawa Barat)
- Batik Kuningan (Jawa Barat)
- Batik Bogor (Jawa Barat)
- Batik Betawi /Jakarta
- Batik Bayat / Klaten (Jawa Tengah)
- Batik Banyumas (Jawa Tengah)
- Batik Jombang (Jawa Tmur)
- Batik Lasem (Jawa Timur)
- Batik Tuban (Jawa Timur)
- Batik Tulungagung (Jawa Timur)
- Batik Kediri (Jawa Timur)
- Batik Banyuwangi (Jawa Timur)
- Batik Kudus (Jawa Tengah)
- Batik Jepara (Jawa Tengah)
- Batik Pacitan (Jawa Timur)
- Dan masih banyak daerah lain yang kain batiknya mungkin belum dikenal luas 

Untuk di luar pulau Jawa, beberapa daerah yang sudah dikenal batik nya yaitu:
- Batik Bali
- Batik Madura
- Batik Minahasa
- Batik Aceh
- Batik Jambi
- Batik Bengkulu
- Batik Riau
- Batik Papua

Sesungguhnya Batik Indonesia sangatlah kaya akan keberagaman hias serta motifnya. Bayangkan jika dari satu daerah saja mempunyai beberapa motif, berapa banyak ragam hias motif yang ada di seluruh Indonesia ini.

Batik Indonesia juga sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia, dan jangan sampai diklaim negara lain seperti Malaysia sebagai hasil budaya mereka.
Museum Batik di Indonesia

Museum Batik di Indonesia

Ulas Batik Indonesia | Di Indonesia terdapat beberapa museum khusus Batik dan museum tekstil yang juga mengkoleksi batik. Sebagian besar dari museum-museum tersebut berada di kota kota yang terkenal dengan Batiknya seperti Kota Yogyakarta, Kota Solo, dan Kota Pekalongan 

1. Museum Batik Indonesia
 Museum ini berlokasi di dalam komplek Taman Mini Indonesia, Jakarta Timur.

2. Museum Batik Yogyakarta
    Museum ini terletak di Jalan Dr Sutomo 13 A RT 049 RW 12 Bausasran, Danurejan, Yogyakarta

Pada awalnya,  bangunan museum ini merupakan museum milik keluarga yang didirikan pada sekitar tahun 1973 oleh sebuah keluarga yang memang sangat mencintai Batik yaitu keluarga Bapak Hadi Nugroho dan Ibu R. Ng.Jumima Sukaningsih, dan kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah Yogyakarta pada tahun 1979. Sejak saat itu, Museum Batik Yogyakarta resmi terbuka untuk umum.
3. Museum Batik Pekalongan
    Museum Batik Pekalongan terletak di Jl. Jatayu No. 3 Kota Pekalongan, Jawa Tengah

Museum Batik Pekalongan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-6 Bapak Susilo Bambag Yudhoyono pada tanggal 12 Juli 2006. Luas bangunan museum ini seluas 2500 meter persegi yang berada di atas tanah seluas 3675 meter persegi.
Sebelumnya, bangunan museum batik Pekalongan merupakan bangunan peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1906 dan berfungsi sebagai Kantor Administrasi Keuangan dari pabrik pabrik gula yang berada di sekitar Karisidenan Pekalongan. Selanjutnya, bangunan tersebut mengalami beberapa kali  perubahan fungsi, seperti menjadi ruangan komersial yang disewakan, Kantor Pemerintahan dan lain lain.

4. Museum Batik Danar Hadi - Solo

    Museum ini terletak di Jalan Brigadier General Slamet Riyadi No. 261, Sriwedari, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.

Museum Batik Danar Hadi berdiri atas inisiatif dari Bapak Haji Santosa Doellah yang merupakan pemilik usaha Batik dengan label Danar Hadi (berdiri sejak tahun 1967). Didorong rasa cinta terhadap Batik, ia mengumpulkan dan mengkoleksi berbagai macam dan jenis Batik baik dari Indonesia maupun dari negara negara lain. Sampai saat ini, koleksi batik yang dimiliki sudah mencapai jumlah ribuan dan ditampilkan di Museum Batik Danar Hadi.
Awalnya museum ini bernama Galeri Batik Kuno Danar Hadi, namun sejak Museum ini diresmikan oleh Megawati pada tanggal 20 Oktober 2000, berganti nama menjadi "Museum Batik Danar Hadi".

Koleksi Batik Kuno Museum Batik Danar Hadi merupakan koleksi pribadi pemilik Danar Hadi berjumlah kurang lebih 10.000 buah dengan usia batik ratarata di atas 30 tahun dan 1500 diantaranya merupakan koleksi batik yang didatangkan dari kurator museum Batik Belanda, Troupen yang dibuat antara tahun 1840 sampai tahun 1910.

5. Museum Tekstil Jakarta

Museum ini terletak di Jalan Aipda KS Tubun No. 2-4, Tanah Abang, Petamburan, RT.6/RW.1, Kota Bambu Sel., Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Museum Tekstil di Jakarta yang dibangun pada tahun 1976 ini memang tidak dikhususkan sebagai museum Batik saja, tetapi koleksi Batik yang tersimpan di Museum ini tidaklah sedikit. Tercatat tidak kurang dari 2000 koleksi Batik dari berbagai daerah di Indonesia.

6. Museum Batik Tiga Negeri, Lasem.



Seni Membatik

Seni Membatik

Batik Indonesia | Batik adalah salah satu dari sekian banyak warisan seni dan budaya Indonesia. Berbicara mengenai seni batik, berarti kita membicarakan mengenai Batik Tulis dan Batik Cap atau kombinasi keduanya, bukan produk tekstil yang menyerupai Batik, seperti kain printing bermotif batik atau juga kain dengan sablon dengan motif batik. 

Batik tekstil atau batik Printing, bukanlah merupakan karya seni sesungguhnya, namun merupakan produk tekstil yang tidak lebih hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar saja.

Pengertian seni membatik pada umumnya adalah pembentukan gambar pada kain menggunakan teknik pewarna dengan menggunakan lilin atau malam sebagai penghambat dan pewarna pada kain.
Seni membatik di Indonesia sudah sangat tua, tapi tidak pasti kapan mulai berkembang di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Tetapi menurut perkiraan sejarah, seni membatik di Indonesia sudah dikenal sejak jaman Kerajaan Majapahit

Bicara soal batik tidak bisa lepas dari apa yang disebut "motif" atau corak, dan bicara seni membatik adalah bicara mengenai Batik Tulis atau Batik Cap. Pengakuan dunia terhadap Batik Indonesia melalui UNESCO pada 2 Oktober 2009  (Batik Indonesia sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) juga merujuk kepada Batik Tulis dan Cap, karena dalam proses penciptaannya Batik Tulis dan Batik Cap banyak melibatkan unsur manusia (kerajinan tangan).

Motif Batik yang ada tak terhitung jumlahnya. Untuk 1 (satu) motif Batik Tulis yang tercipta bersifat unik, artinya tidak akan sama dengan hasil batik yang lain. Jadi, Batik tulis itu Otentik  Walaupun mengambil tema yang sama misalkan Sekar Jagad, antara motif Sekar Jagad yang dibuat pengrajin batik A akan berbeda hasil dengan pengrajin batik B.

Motif batik memiliki ciri khas yang merupakan hasil dari gaya dan abstrak, disusun secara acak dan mengikuti prinsip pengulangan, bergantian dengan diagonal, vertikal, atau horizontal. Dilihat dari motif gaya dan motifnya bisa dibagi menjadi dua, yaitu motif pedalaman dan pesisir.
Gaya motif pedalaman diwakili oleh daerah seperti Yogyakarta dan Solo, sedangkan gaya motif pesisir lebih banyak ada pada daerah Cirebon, Pekalongan, Semarang, Lasem dan lain-lain.
Batik dari Solo / Surakarta dan Yogyakarta yang diwakili oleh warna-warna berat dan cenderung gelap yang terdiri dari warna hitam, biru, putih, dan coklat pada dasar kainnya. Bentuk motifnya adalah abstraksi bergaya dari lingkungan seperti motif parang, elang, hujan, kawung dan sebagainya..
Sedangkan warna batik dari daerah-daerah pesisir cenderung memiliki warna yang cerah, ringan dan bebas. Bentuk motif banyak bentuk alam bergaya seperti gunung, awan, burung, tumbuhan, naga, kaligrafi Arab. Hal ini diduga banyak dipengaruhi oleh budaya Tionghoa karena adanya kontak perdagangan dimasa lalu, terutama di wilayah Pekalongan.

Di Istana Keraton Yogyakarta, seni membatik sangat erat kaitannya dengan adat dan upacara keagamaan serta tradisi keraton. Penggunaan batik termasuk dalam salah satu tatanan dalam kerajaan , pola penggunaan motif setiap kelas sosial memiliki perbedaan sesuai strata sosial dan kebangsawanan di istana atau keraton. Jenis motifnya misalnya: Parang rusak, Semen gedhe, Kawung, dan Udan riris. Batik jenis ini biasa digunakan oleh para bangsawan dan pejabat kerajaan dalam upacara Garebeg, pasowanan, dan penyambutan tamu kerhormatan kerajaan.

Di Kraton Surakarta juga terkenal dengan corak dan motif batik yang erat kaitannya dengan adat istiadat, ritual, strata sosial dan bangsawan. Pada masa pemerintahan Pakubuwana IV memberlakukan pakaian atau ageman yang membedakan antara pakaian untuk kediaman Sentono. Untuk membedakan status sosial mereka adalah motif yang digunakan. Motif ini adalah: Parang rusak, Sawat, Cemukiran, dan Udan liris. Motif batik sering disebut motif ban dan penggunaannya disesuaikan sesuai urutan dan pengelompokan kaum bangsawan.

Saat ini, di kota Yogyakarta dan Solo terdapat sebuah institusi pendidikan yang membuka jenjang pendidikan diploma khusus untuk Seni dan Fashion Batik.

Batik BALI

Batik BALI

Ulas Batik Indonesia | Bali, sebuah pulau yang sudah amat terkenal di dunia ini juga mempunyai seni batik dengan motif sesuai dengan seni dan budaya Bali.

Masyarakat adat Bali telah menggunakan kain batik dalam berbagai kegiatan yang sangat terkait dengan upacara keagamaan atau ritual.
Kain batik biasanya diikat di pinggang atau digunakan sebagai ikat kepala atau dalam bahasa Bali disebut "Udeng"

Karena Batik melekat dalam setiap upacara adat di Bali, maka dengan sendirinya industri batik di Bali juga ikut tumbuh. Industri Batik di Bali dimulai sejak tahun 1970 an yang dipelopori oleh salah satu orang bernama Pande Ketut Krisna yang berasal dari dusun Banjar Tegeha desa Batubulan, Sukawati Gianyar. Pada saat itu teknik pembuatan kain yang digunakan adalah dengan menggunakan alat tenun secara manual yang dikenal dengan nama atau sebutan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).
Motif batik Bali, diantaranya adalah :
- Batik buketan (berarti seikat bunga)
- Burung Merak
- Singa Barong
- Ulamsari Mas
- Pisang Jagatan
- Motif Kembang Kamboja
- Motif Kembang Sepatu
- dan lain-lain

Dari nama-nama motif tersebut, dapat dikatakan bahwa motif batik Bali banyak terinspirasi dari keindahan alam Bali yang memang sangat terkenal keindahannya.
Seiring dengan perkembangan jaman, motif batik Bali pun ikut menyesuaikan dengan perkembangan jaman, istilahnya disebut dengan Batik modern.

Hingga saat ini di Bali sudah sangat berkembang pesat industri Batiknya. Perkembangan ini juga berpengaruh pada corak atau motif, dimana tidak hanya motif asli Bali tetapi sudah dipadukan atau dikombinasikan dengan motif motif dari luar Bali bahkan dengan luar negeri seperti perpaduan Bali-Pekalongan, Bali-Australia, Bali-Papua.

Perpaduan atau kombinasi motif itu merupakan kreatifitas dan inovasi yang dilakukan dengan tujuan antara lain :
  1. Menghindari kejenuhan terhadap model atau motif yang monoton
  2. Menambah khasanah motif Batik Bali
  3. Mengingat Bali adalah tujuan wisata dunia, maka Batik Bali tidak lagi sekedar menjadi konsumsi untuk upacara adat keagamaan semata, namun dapat ditingkatkan sebagai sebuah Souvenir atau cindera mata bagi wisatawan yang tentunya akan berdampak positif dari sisi perekonomian,
Batik Indonesia di Pentas Dunia

Batik Indonesia di Pentas Dunia

Ulas Batik Indonesia | Sebelum Batik Indonesia mendapat pengakuan UNESCO pada tahun 2009, sebenarnya para petinggi negeri ini seperti telah berupaya memperkenalkan Batik Indonesia kepada dunia internasional, dari Presiden Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

Terbukti usaha beliau-beliau menuai hasil, sehingga orang-orang penting dan ternama dunia, dari presiden, artis hingga pesepakbola ikut mengenakan batik.
Siapa saja sih mereka? Berikut sebagian dari orang-orang penting dan ternama itu :

Ronald Reagen
Presiden Amerika Serikat ke-40, Ronald Reagan, tampak bangga mengenakan kemeja Batik. Pada saat itu, pada tahun 1986, Ronald Reagan bertemu dengan Presiden Republik Indonesia, Bapak Suharto di Hotel Putri,Bali.

Nelson Mandela
Siapa tak kenal Nelson Mandela, seorang pejuang Anti Apartheid yang kemudian menjadi Presiden Afrika Selatan ini jatuh cinta pada batik Indonesia. Kecintaannya pada Batik dimulai ketika beliau menerima hadiah Batik pada saat kunjungan resmi ke Indonesia pada akhir Oktober 1990 sebagai wakil ketua organisasi Kongres Nasional Afrika (sebelum menjadi Presiden). Tak disangka Nelson Mandela mengenakan Batik pada saat kembali berkunjung ke Indonesia pada 1997, dimana kunjungannya bersifat resmi sebagai Presiden Afrika Selatan.

Jessica Alba
Jessica Alba, bintang film super hero "Fantastic Four" ini terlihat mengenakan busana batik motif "Parang Rusak" pada saat menghadiri acara "Step-Up's 4th Annual Fashion Forward Luncheon" pada bulan November 2004 di California, Amerika Serikat.
Motif "Parang Rusak" adalah salah satu motif batik terkenal yang berasal dari daerah Yogyakarta.

Bill Gates
Siapa pula yang tidak kenal dengan nama Bill Gates, orang nomor satu di Microsoft ini nampak memakai baju Batik pada saat berkunjung ke Indonesia dan memberikan kuliah umum di Balai Jakarta Convention Center pada hari Jumat, 9 Mei 2008.
Motif batik yang digunakan oleh Bill Gates adalah "Pisang Manggar Bali". Motif ini merupakan motif yang sering digunakan oleh anggota Kerajaan Mangkunegaran Surakarta (Solo)

Julia Roberts
Aktris Hollywood terkenal dan pemenang Academy Award ini terlihat menggunakan batik dalam film "Eat Pray Love", sebuah film drama di tahun 2010 yang diangkat ke layar lebar berdasarkan sebuah novel karya Elizabeth Gilbert yang berjudul "EAT, PRAY, LOVE"

Fashion Show
Pada tanggal 15 Februari 2016 bertempat di New York, Amerika Sertikat dalam acara Fashion Gallery New York Fashion Week (FGNYFW) 2016, Designer kenamaan Denny Wirawan menampilkan 15 design Batik Indonesia terbaru.

Zineden Zidane
Pemain sepak bola legendaris asal negara Prancis yang pernah bermain untuk klub sepak bola Juventus - Italia dan Real Madrid - Spayol ini nampak memakai Batik Indonesia pada saat berkunjung ke negara Indonesia yang didampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu. Zidane datang sebagai duta dunia yang disponsori oleh salah satu makanan dan minuman asal Prancis.

Carlos Santana
Gitaris dan musisi dunia kenamaan, Carlos Santana sering terlihat menggunakan Batik pada saat pentas musiknya.

dirangkum dan diolah dari berbagai sumber